Profil Desa Namlea
Sejarah Desa
Desa Namlea pada awalnya bernama Namalea yang secara harfiah dalam bahasa Buru, terdiri dalam dua suku kata yaitu NAMA artinya Tempat Persinggahan dan LEA artinya Bongkar Muatan atau Barang. Jika diartikan secara langsung NAMALEA artinya Tempat Persinggahan Bongkar Muatan / Barang atau Pelabuhan bongkar muat. Namun NAMALEA juga punya arti yang lain bagi masyarakat Buru setempat yaitu Tempat Fajar yang Datang. Diceritakan bahwa dahulu kala Namlea merupakan hamparan pohon kayu putih dan merupakan lahan masyarakat Buru dalam pengolahan pohon kayu putih menjadi minyak kayu putih. Seiring dengan perjalanan waktu para saudagar dari luar daerah datang untuk berniaga dan menyinggahi kota Kayeli yang pada saat itu telah menjadi satu negeri kecil di dataran Pulau Buru. Dari kota Kayeli apabila memandang ke depan terhampar daratan luas pohon kayu putih yang indah dan di waktu subuh terpancar Cahaya Fajar yang datang sehingga daerah tersebut juga disebut “Tempat daerah fajar yang datang”. Lambat laun Namlea yang awalnya merupakan hutan kayu putih mulai di huni masyarakat yang semakin hari semakin banyak dan diami oleh masyarakat setempat sehingga terbentuklah menjadi sebuah Desa. Kata desa Namalea berubah menjadi Namlea terjadi setelah berdatangnya masyarakat pendatang yang selalu menyebut kata Namalea dari pada Namalea karena sebutan tersebut lebih mudah diucapkan dan lebih mudah diingat. Tokoh sejarah yang pernah mengunjungi daerah ini antara lain adalah Presiden RI Pertama Ir. Soekarno. Selain kaya akan sumberdaya alam yaitu kayu putih, tempat ini juga kaya akan sumberdaya alam laut, sumberdaya alam ini jumlahnya sangat banyak dan dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, baik penduduk setempat maupun warga desa tetangga, bahkan orang-orang luar daerah yang datang bekerja untuk mengolah daun kayu putih menjadi minyak kayu putih.
Visi Desa
"Terwujudnya Lingkungan Desa Yang Sehat, dan Masyarakat Desa Yang Berpendidikan dan Sejahtera."
Misi Desa
- Membangun sarana dan prasarana dasar pendidikan dan kesehatan serta pelayanan pendidikan dan kesehatan yang memadai, merata, dan terjangkau dari aspek lokasi, biaya dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat
- Membangun sarana dan prasarana dasar lingkungan, seperti gorong-gorong, tempat pembuangan sampah, sumur bor guna menghasilkan air bersih bagi masyarakat setempat
- Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, kesehatan dan lingkungan yang sehat
- Meningkatkan pendapatan buruh tani, buruh bangunan dan warga miskin dengan memberikan pelatihan dan bimbingan usaha serta dukungan pinjaman untuk usaha kecil menigkatkan pendapatan khususnya bagi kelompok perempuan
- Memperkuat kelembagaan pokmas dan pokmas perempuan agar dapat melakukan hubungan kerjasama dengan lembaga perbankan
Data Demografi
18,652
Jumlah Penduduk
4112
Kepala Keluarga
7
Dusun